
Puasa kembali datang menyapa kehidupan kita. Saban waktu bulan Ramadhan tiba, gerbang rahmat Ilahi terketuk intens oleh hamba yang merindukan untuk dapat menyapa Tuhannya dalam keadaan lapar dan dahaga. Kaum Muslimin di seantero semesta larut dalam ritual bulan suci Ramadhan. Kaum Muslimin di berbagai belahan dunia berlomba-lomba untuk mendulang kebaikan dan ganjaran. Ada yang bahkan semenjak bulan Rajab dan Sya’ban telah mempersiapkan diri mereka untuk menyambut bulan penuh rahmat dan maghfira ini.
Di bulan ini, Tuhan membuka selebar-lebarnya pintu pengampunan dan rahmat. Dibandingkan dengan bulan-bulan lain, bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri. Curah emanasi Tuhan mengguyur deras di bulan ini. Ganjaran atas kebaikan diobral. Tuhan sendiri yang berjanji akan memberikan ganjaran atas amalan orang-orang yang melakukan kebaikan di dalam bulan kudus ini. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Qudsi, “Puasa itu untukku dan Aku sendiri yang akan memberikan ganjaran kepada hamba-Ku.” Puasa diperuntukkan bagi Allah Swt dan Dia-lah yang memberikan ganjaran atas orang-orang yang berpuasa. Dan yang paling menggembirakan dari itu, dalam riwayat yang sama, apabila dibaca dalam bentuk majhul (passif), dari bentuk ma’lum (aktif), “Puasa itu untuk-Ku,” Aku untuk orang-orang yang berpuasa,” maka artinya adalah Tuhan untuk orang-orang yang berpuasa. Di sini, Tuhan memproklamirkan diri-Nya sebagai ganjaran untuk orang-orang yang berpuasa. Adakah kegembiraan yang melebihi hal ini.
Lantaran adanya kewajiban berpuasa dan ritual puasa itu ditujukan hanya untuk Allah, maka bulan Ramadhan disebut sebagai bulan Allah. Dalam riwayat disebutkan: “Janganlah kalian katakan Ramadhan, tetapi katakanlah bulan Ramadhan, karena Ramadhan merupakan salah satu nama Allah Swt. Tatkala senja Sya’ban tenggelam digantikan rembulan Ramadhan, dalam menyambut bulan mulia ini, Nabi Saw bersabda, Wahai umat manusia, sesungguhnya telah datang bulan penuh berkah dan rahmah serta magfirah pada kalian, bulan yang paling utama di sisi Allah, hari-harinya adalah sebaik-baik hari, malamnya adalah sebaik-baik malam, jam-jamnya adalah sebaik-baik jam, bulan itu waktu di mana kalian diundang sebagai tamu Allah, di bulan ini kalian dijadikan sebagai ahli kemuliaan Allah, nafas kalian adalah tasbih, tidur kalian adalah ibadah, amal kalian diterima, dan doa kalian pasti dikabulkan, maka mohonlah kepada Allah, Tuhan kalian, dengan niat yang jujur dan hati yang suci agar Dia memberikan taufik kepada kalian untuk puasa yang Dia wajibkan dan membaca kitab-Nya yang suci, maka sesungguhnya orang yang celaka adalah yang tidak mendapatkan ampunan Allah di bulan Ramadhan yang agung. Wahai umat manusia! Sesungguhnya pintu surga dibuka pada bulan ini; bermohonlah pada-Nya agar tidak menutup pintu itu untuk kalian, dan sesungguhnya pintu neraka ditutup, pintalah padaNya agar tidak membuka pintu itu bagi kalian, dan sesungguhnya di bulan ini setan terbelenggu, maka mohonlah pada Dia agar tidak membiarkan setan menguasai kalian.”
Redaksi sabda Nabi Saw tersebut menyiratkan sesuatu yang universal dan umum dalam bulan suci ini. Beliau bersabda, ayyuhannas, wahai umat manusia bukan ayyuhal muslimun atau ayyuhal mukminun yang menandakan bahwa bulan Ramadhan hanya untuk orang-orang muslim atau mukmin saja. Manusia seluruhnya tanpa kecuali mendapatkan siraman berkah dan rahmat dari Tuhan semesta alam. Harinya merupakan hari terbaik, malamnya adalah malam paling utama, saat-saat yang dilalui pada bulan kudus ini merupakan saat-saat terindah dan terbaik. Seluruh manusia diundang menjadi menjadi tamu Allah. Siapa saja yang menjadikan dirinya sebagai tamu yang baik di hadapan Tuhan, niscaya ia akan mendapatkan rahmat, keberkahan (sifatnya umum) dan maghfirah (sifatnya khusus untuk kaum Muslimin). Dan terkhusus bagi kaum Muslimin, yang di atas semua itu janji Tuhan bagi mereka yang menunaikan ibadah puasa ganjaran takwa menantikannya di dunia dan akhirat.
Di atas semua itu, bulan Ramadhan dapat menjadi suluh cerlang atas bulan-bulan yang lain bagi setiap orang yang menunaikan hak-hak dan mengetahui keutamaannya sebagaimana yang disebutkan di atas. Nabi Saw bersabda” Sekiranya manusia tahu esensi (mahiyyah) bulan Ramadhan, mereka akan mendambakan setiap bulan adalah Ramadhan. Atau dalam bahasa asa Cak Nun, Ya Allah, jangan biarkan Ramadhan meninggalkan kami. Ya Allah, jangan perkenankan langkah kami menjauh dari kemuliaan berpuasa. Ya Allah, halangilah kami dari nafsu melampiaskan, serta peliharalah kami dari disiplin untuk mengendalikan. Ya Allah, peliharalah Ramadhan dalam kesadaran kami. Ramadhan sepanjang zaman, Ramadhan sejauh kehidupan, Ramadhan sampai ufuk keabadian.
Ramadhan dapat menjadi conditioning process untuk familiar dan akrab dengan segala sesuatu yang mendekatkan diri kepada Tuhan. Terlebih bagi mereka yang mengusung proyek pensucian jiwa. Bulan ini adalah momen yang tepat dan pas. Desah nafas orang yang berpuasa adalah tasbih dan dzikruLlah, bau mulutnya bak bau kesturi di sisi Allah, tidurnya adalah ibadah, puasanya adalah tameng dari azab neraka, ibadah salat, qiraat dan amalan mustahab lainnya dilipat gandakan pahalanya. Dan keadaan ini sangat kondusif untuk menggrondol proses pembiasaan di atas.
Pada bulan ini setiap orang menjadi tamu Allah. Dan tuan rumah menghidangkan sajian yang terbaik untuk menjamu para tetamu. Kendati menurut sebagian urafa, mereka tidak layak menjadi tetamu. Mereka terkadang menyebut diri mereka sebagai thufaili (tamu yang tidak diundang) yang datang kepada Tuhan.
Untuk menjadi tamu yang baik, perlu pembenahan, purifikasi diri dan jiwa, suci lahir dan batin untuk dapat mereguk nikmat dan karunia Tuhan di bulan yang mulia ini. Karena Tuan Rumahnya nir-batas, sajiannya juga nir-batas.
Imam Sajjad As dalam menyambut bulan ini, ia menyambutnya dengan lantunan doa – yang tertuang dengan indah dalam kitab Sahifah Sajjadiyah – demikian penggalan doa tersebut:
Segala puji bagi Allah
Yang menjadikan di antara jalan-jalan itu bulannya
Bulan Ramadhan
Bulan puasa
Bulan Islam
Bulan kesucian
Bulan pembersihan
Bulan menegakkan salat malam
Bulan yang di dalamnya diturunkan al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan petunjuk dan pembeda.
Imam Sajjad dalam doanya menyebut bulan Ramadhan sebagai bulan kesucian dan pembersihan, betapa penting dan signifikannya bulan ini sehingga diturunkan al-Qur’an di dalamnya untuk menjadi pedoman hidup, penjelas dan pembeda bagi umat manusia. Anda ingin memahami al-Qur’an, Anda harus suci dan bersih, tidak hanya secara eksoteris per se, tetapi juga harus suci dan bersih secara esoteris. Sehingga antara Anda dan al-Qur’an mendapatkan kompatibilitas. Lebih jauh, Anda dapat langsung bercengkerama dengan Tuhan melalui firman-firman-Nya. Tuhan berfirman: “Tidak menyentuhnya (al-Qur’an) kecuali orang-orang yang disucikan.”(Qs. al-Waqiah [56]:79)
Untuk dapat sampai kepada hakikat al-Qur’an, seseorang harus suci dulu (tâhir) untuk kemudian disucikan (mutahhar). Demikianlah logika wahyu.
Allah Swt dalam diktum-Nya menegaskan bahwa Dia menyukai orang-orang yang mensucikan diri. “Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (Qs. al-Baqarah [2]:222) Suci lahir, suci batin. Kita berpuasa harus memperhatikan kedua aspek ini. Dalam berpuasa kita menahan lapar dan dahaga, menahan diri untuk tidak coitus dengan istri, semenjak adzan Subuh hingga Maghrib. Ini aspek lahir puasa belum hinggap pada aspek batinnya.
Mulla Ahmad Naraqi Ra dalam kitab magnum-opus akhlaknya, Mi’raj as-Sa’adah, menguraikan masalah adab dan sisi esoteris puasa. Bagi mereka yang berpuasa hendaknya menahan diri dari melihat yang haram atau makruh, atau memandang sesuatu yang membuat hatinya masygul dari mengingat Tuhan. Menjaga lisan dari berkata yang tidak berguna. Mencegah diri dari mendengar yang haram atau makruh. Menjauhkan diri dari mengkonsumsi makanan haram dan syubhat Demikian juga menjaga seluruh indranya dari keterpurukan dosa dan maksiat. Dan tidak serta merta tatkala berbuka puasa, mengumbar syahwat dengan melahap seluruh makanan (halal) sehingga kantung perutnya penuh. Lantaran rahasia perintah puasa di antaranya untuk menimalisir kekuatan syahwat dan dominasi syaitan sehingga jiwa kudus beranjak naik dari derajat bahâmiyah (binatang) hingga menyerupai malaikat. Sementara dengan penuhnya kantung perut kekuatan syahwat meningkat dan kecohan syaitan semakin mendominasi.
Dalam tataran sosial, puasa harus menjadi terapi supaya tidak mudah menelikung orang, merampas hak-hak orang, menipu, mengumbar syahwat dengan menumpuk harta dan tidak mendermakannya, dan mencederai amanah yang diberikan oleh orang termasuk amanah rakyat banyak. Kalau tidak, puasa yang kita kerjakan tidak lebih dari menahan lapar dan dahaga saja. Imam Ali mengingatkan, “Betapa banyak orang puasa yang tidak dapat apa-apa dari puasanya kecuali haus dan dahaga; betapa banyak orang berdiri shalat yang tidak dapat apa-apa kecuali lelah.”
Semoga kita terhindar dari puasa seperti ini. Dan memberikan perhatian dan keseriusan ekstra terhadap sisi esoteris puasa sehingga masuk dalam golongan orang-orang yang mensucikan diri secara batin. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” Cinta dan kasih Tuhan kepada orang-orang yang mensucikan diri. Semoga kita bergelimang cinta dan kasih Tuhan pada bulan suci ini. Marhaban Ya Ramadhan.. []
Sunday, August 23, 2009
Puasa & Kesucian Esoteris.
Posted by fuadhashim at 8:03 AM 0 comments
Friday, August 21, 2009
Saturday, July 25, 2009
Monday, July 20, 2009
Stress, Apakah Definisi Yang Perlu Diketahui Definisi Stress

Sudah banyak artikel yang ditulis berkaitan stress atau dalam erti kata sebenar ialah tekanan. Namun berapa ramai antara kita yang menitikberatkan berkenaan maksud sebenar stress dan berupaya untuk menjadi lebih baik atau mengawalnya.
Umum tahu berada dalam masyarakat yang sentiasa mempertingkatkan diri untuk lebih mahu seiring dengan pembangunan akan menyebabkan semakin ramai berada dalam keadaan stress.
Tetapi berapa ramai yang benar-benar tahu apa itu stess!? Dan berapa ramaikah yang tahu sejauh mana kebaikan dan keburukan stress!?
Stress didefinisikan dalam dua keadaan yang asalnya dari perkataan eustress dan distress.
Eustress bermaksud dapat sesuaikan diri dan membina diri.
Distress pula lawan dari maksud definisi sebelum ini iaitu tidak dapat menyesuaikan dan merosakkan diri.
Dari definisi yang dijelaskan diatas, kita perlu tahu bahawa stress tidak bermakna hanya membawa keburukan ke atas diri kita. Malah ia juga penting untuk kita dapat sesuaikan diri dan mempertingkatkan diri dalam sesuatu keadaan. Apatah lagi untuk psikologi manusia mahu pun motivasi individu itu sendiri.
Dari segi kebaikan stress perlu ada sedikit dalam diri kita untuk menyesuaikan diri dalam situasi dimana kita amat asing dalam dunia tersebut. Kemungkinan ia terjadi kerana ketidak biasaan individu dalam keadaan tersebut seperti baru berpindah rumah atau berpindah tempat kerja. Biasanya ia terjadi pada permulaan individu memulakan kehidupan ditempat baru. Tapi lama-kelamaan kita akan dapat biasakan diri.
Stress yang baik juga perlu dalam situasi individu mempertingkatkan taraf hidup. Ini penting dalam diri kita kerana setiap individu punyai matlamat untuk capai ke satu tahap dan mencapainya dalam jangka masa tertentu. Secara tak langsung ia akan membuatkan kita memaksa diri secara sihat dalam perkembangan jati diri, psikologi dan motivasi diri.
Namun seperti yang kita maklum, perkataan stress selalu disalah ertikan untuk situasi yang buruk. Memang benar bahawa stress yang terlampau bakal menyebabkan sesuatu kejadian buruk berlaku. Lihat sahajalah dalam masyarakat kita yang hidup dalam taraf hidup yang semakin baik sehinggakan kita lupa bahawa stress kita pun semakin bertambah buruk.
Stress yang berpanjangan dan tidak dapat dikawal bakal menyebabkan diri kita sendiri dan badan kita melalui pelbagai komplikasi yang tidak baik. Dalam sesetengah keadaan boleh menyebabkan individu menajadi hilang pertimbangan sehingga menyebabkan gila dan situasi lain pula bakal menyebabkan sistem badan kita lumpuh atau gagal berfungsi dengan baik seperti penyakit kencing manis, darah tinggi dan jantung!
Kesimpulannya stress yang terkawal dapat menambahbaikkan hidup kita dan stress yang berpanjangan akan memudaratkan diri. Oleh itu tangani stress dengan melakukan perkara yang dapat mengimbangi keadaan tersebut. Jangan terlalu ambil mudah kerana ia boleh memburukkan keadaan.
Posted by fuadhashim at 8:30 AM 0 comments
Saturday, July 18, 2009
Tarif elektrik naik bulan depan?

Memang betullah kalau ada pihak melabelkan BN ini sebagai "Barang Naik". Sebab apa perkara ini boleh terjadi dengan berleluasa?? Adakah sebab ianya kesan daripada peningkatan harga barangan ini di peringkat global menyebabkan kerajaan tidak boleh melakukan sesuatu untuk rakyat.
PUTRAJAYA: Kertas kerja mengenai kenaikan tarif elektrik akan dibentangkan pada mesyuarat Kabinet Rabu depan dan jika diluluskan ia dijangka akan dikuat kuasa mulai bulan depan, kata Menteri Tenaga, Teknologi Hijau dan Air, Datuk Peter Chin Fah Kui.
Beliau berkata, kenaikan tersebut yang melibatkan keseluruhan pengguna elektrik dalam negara termasuk pihak komersial dan pengguna biasa, telah mendapat kelulusan daripada Majlis Ekonomi Negara.
"Bagaimanapun peratus kenaikannya masih belum boleh diumumkan sehinggalah ianya diluluskan oleh Kabinet," katanya kepada pemberita pada majlis perjumpaan dengan warga kementeriannya serta pelancaran logo baru kementerian tersebut, di sini hari ini.
Ditanya sama ada kenaikan tersebut bakal menambah lagi beban rakyat yang baru diumumkan dengan kenaikan kadar tambang pengangkutan awam semalam, Peter Chin berkata kenaikan tersebut tidak akan terlalu membebankan terutama kepada golongan berpendapatan rendah.
"Kenaikan tersebut tidak dapat dielakkan kerana ia didorong oleh harga bahan api dan gas di pasaran antarabangsa yang menyebabkan kenaikan kos penyelenggaraan.
"Kalau kita tidak naikkan, pihak kerajaan atau Tenaga Nasional Berhad kena buat subsidi sebab ada pihak yang terpaksa membayarnya (kenaikan kos).
"Kita boleh jelaskan kenapa tarif perlu dinaikkan dan kalau kita dapat menjelaskan dengan kukuh dan jumlahnya tidak terlalu tinggi hanya bagi menyeimbangi kos, maka saya fikir rakyat boleh memahami keadaannya," kata beliau.
Berucap di majlis itu, Peter Chin berkata, kerajaan sedang mengambil tindakan proaktif mengenai mitigasi bagi mengatasi jangkaan kekurangan air akibat fenomena El Nino.
Beliau berkata, beberapa siri perbincangan yang melibatkan Kementerian Sumber Asli dan Alam Sekitar, Jabatan Meteorologi dan operator air di seluruh negara telah diadakan bagi memastikan bekalan air mencukupi.
Orang ramai juga perlu segera melaporkan kepada operator air jika terdapat sebarang kebocoran air dan insiden paip pecah bagi mengelakkan pembaziran air, katanya.BERNAMA
Posted by fuadhashim at 4:55 PM 0 comments
11 Hadiah Najib Kepada Rakyat – Indah Khabar Dari Rupa

Sempena menyambut tercapainya 100 hari beliau menjadi Perdana Menteri. Dato' Seri Najib Tun Razak telah memberi 11 hadiah istimewa kepada rakyat jelata.
Najib beranggapan bahawa dengan genapnya 100 hari beliau menjadi perdana menteri, ia mesti disambut dengan pemberian hadiah kepada rakyat.
Najib telah mulakan ucapan pemberian hadiahnya dengan berkata seperti ini:
a) “Hari ini saya dedikasikan khusus tentang kesejahteraan dan kebajikan rakyat;”
b) Beliau mahu terus berusaha sedaya upaya mungkin dan menyingsing kudrat untuk mencari penyelesaian seraya membuat keputusan demi kepentingan rakyat
c) Dalam sebarang keputusannya, kepentingan rakyat beliau dahulukan dan beliau tidak mahu membuat sesuatu secara sewenang-wenang, jauh sekali secara sembrono;
d) Langkah-langkah yang dia umumkan dalam tempoh 100 hari itu hanyalah langkah-langkah permulaan perjalanan ke arah masa depan yang lebih baik makmur dan terjamin.
e) Najib MAHU TURUN PADANG MELIHAT RINTIHAN RAKYAT ; JUGA MERASAI GUNDAH GULANA MEREKA DAN MERESAPI DENYUTAN NADI RAKYAT YANG DIPIMPIN.
f) Najib mengajak rakyat serta anak-anak muda sekelian untuk bersama-sama melakar masa depan Malaysia yang menjanjikan peluang yang lebih baik dan adil untuk semua dengan satu harapan.
Sayang.... seribu kali sayang. ….memang lunak janji dan kata-kata pemula yang dituturkan. Tetapi apabila dikaji dengan mendalam sebelas hadiah yang disebut itu ternyata Najib sudah terjebak dengan “Sindrom Kepimpinan Mahathir” mahaguru politiknya.
Apakah sebelas hadiah itu:
1) Diskaun 20% kepada pengguna kad prabayar “touch and go” dan “Smart Tag” yang menggunakan tol lebuh raya 80 kali (saya ulang LAPAN PULUH KALI) atau lebih dalam sebulan bermula 1 September 2009.
Kita mahu tanya Najib, adakah itu satu keuntungan besar kepada rakyat ? Sedangkan bila Touch and Go dan Smart Tag menerima wang terlebih dahulu daripada pengguna wang itu boleh dipusingkannya untuk “overnight lending” dan mendapat faedah daripadanya?
Apakah tujuan Smart Tag dan Touch n Go meminta Najib menjadi promoter bisnes beliau, walaupun kita tahu mereka adalah syarikat kepunyaan UMNO? Adakah mereka mahu mengurangkan tenaga kerja ataupun mahu menimbun wang pengguna yang kebanyakannya kais pagi makan pagi dan kais petang makan hati?
Kenapa Najib tak isytiharkan penutupan beberapa stesen kutipan tol di mana kos pembinaan jalan raya sudah dicapai oleh kutipan tol? Tanpa menutup jalan yang sudah dibiayai oleh rakyat sepenuhnya, Touch n Go dan Smart Tag dibenarkan terus merompak wang rakyat. Apakah tujuan menggunakan kad itu lebih lapan puluh kali sebulan sedangkan pengguna selalunya menggunakannya dua kali sehari. Kalau dalam sebulan ada 25 hari bekerja bermakna pengguna hanya menggunakan kad mereka sekitar 50 kali sahaja. Ini bermakna wang pengguna masih dipakai oleh syarikat prabayar untuk 'bisnes kewangan 'overnight ' mereka.
2. Penyewa Program Perumahan Rakyat di Wilayah Persekutuan dibenar membeli rumah yang disewa. Kita mahu tahu bagaimana? Adakah dikira juga segala kos sewaan yang terdahulu sebagai sebahagian wang pembelian rumah sewa itu?
3. Potongan diskaun 50% kepada peniaga kecil di Wilayah Persekutuan memperbaharui dan memohon lesen perniagaan mereka. Kita mahu tanya kenapa tidak dikurangkan sehingga sembilan puluh peratus sahaja? Kerana kebanyakan perniagaan kecilan di Wilayah Persekutuan adalah bagi penjaja dan gerai makan yang kebanyakannya di usahakan oleh pendatang asing daripada Indonesia, Thailand dan Filipina, sedangkan lesen adalah kepunyaan pegawai Bandar Raya juga. Selagi lesen itu tidak disemak adalah lebih baik jangan diturunkan langsung kos pelesenan itu.
4.Tambahan RM150 juta bagi dan TEKUN dan RM15 juta untuk usahawan muda kaum India.
Adakah Najib sedar bahawa hampir 99% dana TEKUN ada dinikmati oleh ahli-ahli UMNO dan BN? Lebih lima puluh peratus wang pinjaman yang dikeluarkan masih tidak berbayar dan besar kemungkinan akan lesap begitu sahaja, kerana projek yang diusahakan itu hampir tidak wujud. Dengan penambahan dana lagi, apakah wang itu untuk menghidupkan projek yang sudah bernyawa ikan itu?
Kenapakah RM15 juta khusus untuk usahawan muda India? Kenapa tidak diadakan 15 juta untuk usahawan muda India, 150 juta untuk usahawan muda semua kaum yang bergabung sama-sama membuat sesuatu projek?
Dari segi pencapaian ekonomi kaum-kaum di negara ini, kaum Cina ternyata tetap terunggul di persada nombor satu. Kaum India di tempat kedua kerana kebanyakan anak-anak muda India bekerja di luar negara khususnya di Singapura. Anak-anak muda Melayu yang patut menjadi usahawan banyak di universiti dan pusat pengajian tinggi. Termasuklah di universiti berjeriji besi dan pusat serenti.
Sepatutnya Najib memberi tumpuan untuk mengurangkan jumlah anak-mud a Melayu di penjara dan pusat serenti itu dan kaji kenapakah terlalu ramai penagih dadah di kalangan orang-orang Melayu.
5. Tambahan kira-kira 3,000 lagi permit teksi individu dalam masa tiga bulan akan datang. Tentunya untuk Wilayah Persekutuan tambahan itu menjadi semakin nyata. Tetapi cuba tengok gelagat pemandu teksi di Kuala Lumpur. Ramai pemandu teksi, terutamanya orang Melayu yang menebeng di sepanjang jalan besar Kuala Lumpur menunggu pelanggan dan pengguna teksi untuk mereka 'kerat leher'. Saya pernah meminta seorang pemandu teksi Melayu membawa saya a daripada Pudu Raya ke Hospital Tongshin di Jalan Pudu. Rupanya harga yang diminta adalah lebih tiga puluh ringgit. Ada pemandu Melayu yang berkata dia berhenti di tepi jalan untuk berehat. Kenapakah tidak ada polis lalu lintas dan JPJ yang menangkap mereka.
Pada 10 Julai saya telah turun bas di Pasar Budaya kerana mahu pergi ke Hospital Tongshin. tidak ada satu pun pemandu teksi Melayu yang mahu mengambil saya, kalau saya mahu menggunakan meter. Kerana itu saya terpaksa berjalan terhencot-hencot dan bertongkat melepasi Pudu Raya. Mujur ada sebuah Teksi Hijau dipandu oleh seorang Cina yang membawa teksi bernombor WHC 2255. Beliau telah menggunakan meter menghantar saya . Kosnya cuma Dua Ringgit. Dia berkata kebanyakan pemandu yang tersidai di tepi jalan itu mahukan Lima Puluh Ringgit untuk satu trip. Bila sudah dapat dua trip dengan harga demikian mereka akan pulang dan berehat ke rumah. Sepanjang di Kuala Lumpur saya dapat menaiki HWE 7065 yang dipandu oleh Panir Selvam dan seorang bernama Ghandi daripada Ampang Jaya yang menghantar saya ke Damansara Utama Dua-dua orang pemandu India ini menggunakan meter dan amat ramah dan mesra.
Daripada situ saya tahu bahawa mereka amat mengharapkan dapat lesen dan permit sendiri dan tidak bergantung kepada syarikat untuk mencari rezeki yang halal.
Jelas kebanyakan pemandu teksi Melayu sudah menjadi kurang ajar di Kuala Lumpur. Saya tahu ramai daripada mereka adalah pemimpin kecilan cawangan UMNO. Kerana itu mereka berhati bongkak dan berkepala batu.
Dengan itu, Najib perlu membuat kajian mendalam. Jangan tambah permit teksi lagi. Hapuskan segala permit yang diberikan kepada syarikat-syarikat dan berikan terus kepada pemandu yang menyewa permit itu. Dari situ buat kajian dan penelitian yang lebih rapi.
Kalau pada waktu puncak dan susah sangat menguruskan teksi awam, beri lesen khas kepada anggota polis dan tentera supaya mereka menjadi operator teksi sambilan. Apa gunanya kita beri permit teksi kepada individu Malaysia kalau mereka pajakkan kepada Bangla, Indonesia dan Pakistan? Bagaimanakah amalan ini boleh berleluasa? Yang peliknya pendatang asing boleh menjadi pemandu teksi kerana pemilik teksi yang memberikan mereka peluang itu adalah orang Melayu juga.
6. Komited untuk kurangkan kadar jenayah terutama ragut dan kecurian kenderaan. Saya tergelak dengan 'hadiah' Najib ini. Bukankah itu tugas pihak polis? Kenapakah perdana menteri yang membuat komitmen?
7. Mempergiatkan usaha bagi memastikan bilangan pendaftaran lewat kelahiran dapat dilaksanakan dengan segera. Sekali lagi, hadiah semacam ini memberitahu dunia seolah-olah kita tidak cekap membuat pendaftaran kelahiran. Seriuskah sangat perkara ini? Berapakah peratusan yang gagal didaftarkan. Apakah kita duduk di kawasan padang pasir di mana kepadatan penduduk terlalu jarang? Kalau ini menjadi hadiah seorang perdana menteri apa kata dunia yang maju dan membangun.
8. Menyegerakan usaha menyelesaikan masalah kewarganegaraan rakyat. Apakah yang mesti disegerakan? Apakah ramai rakyat Malaysia yang masih tidak dapat kewarganegaraannya. Teruk sangatkah perkara ini sehingga perdana menteri mesti masuk campur dalam kerja rutin pegawai kerajaan? Sebaliknya, kenapakah Najib tidak beri pertimbangan agar rakyat Malaysia boleh menerima kewarganegaraan negara-negara lain? Sudah tentu ini akan melonjakkan pelaburan di Malaysia oleh rakyat sendiri yang menetap di negara luar?
9. Usaha menambah baik akses kepada kemudahan asas seperti pembinaan jalan dan penyaluran bekalan air serta elektrik di kawasan luar bandar terutama di Sabah dan Sarawak.
Soalnya sekarang bukankah ini sudah masuk dalam Rancangan Malaysia yang sedia ada? Kenapakah perdana menteri memberikan penekanan kepada kerja-kerja ini? apakah menteri yang bertanggungjawab dalam tugas ini tidak menjalankan kerja beliau?
10. Mengurangkan kadar bayaran permohonan pada RM 211 berkuatkuasa 1 September 2009. Kenapakah tidak dimansuhkan sama-sekali pengambilan lesen motorsikal? Ataupun adakan sesi mendapatkan lesen motorsikal di hujung minggu di setiap sekolah menengah dan balai raya ataupun dewan masyarakat dengan harga yang paling minima katakanlah RM50 sahaja? Rakyat jelata tahu kerja mendapatkan lesen adalah diserahkan kepada syarikat uji-pandu yang rata-rata adalah ahli dan pemimpin BN sahaja. Kalau lesen memandu motorsikal dikendalikan di kawasan lapang dan di sekolah-sekolah pada hujung minggu secara lambak, kosnya murah dan rakyat akan menjadi prihatin untuk memiliki lesen. Peneroka tanah rancangan tidak perlu datang ke bandar untuk mendapatkan lesen. Anak-anak sekolah di tingkatan Lima sudah mampu memiliki lesen membawa motorsikal.
11. Menubuhkan Amanah Saham 1 Malaysia dengan saiz sehingga 10 bilion unit dan terbuka kepada semua rakyat Malaysia berumur 18 tahun ke atas.
Sungguh cantik hadiah ini. Tetapi untuk siapa agaknya? Bukankah untuk kerajaan Najib menggunakan wang simpanan untuk kegunaan kerajaan? Siapakah di kalangan orang berumur 18 tahun yang betul-betul mampu membeli saham?
Secara kesimpulannya, sebelas hadiah Najib itu memang indah khabar dari rupa. Bagi saya ia tidak melambangkan satu idea bernas daripada seorang perdana menteri yang mahukan negara menjadi anggota Dunia Pertama.
Oleh Marhaintua -
Posted by fuadhashim at 4:45 PM 0 comments
Sunday, June 7, 2009
10 Penyakit Manusia

Rencah Oleh: mycronichead
"Tahukah anda, kita sebagai manusia punya 10 penyakit yang sering menyerang kita? Antaranya :
1. MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, iaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah cara pemikiran orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah: Siapakah yang menyihirnya ? Selalu"siapa" Bukan"apa" penyebabnya. Bidang kedoktoran modern selalu mencari "apa" penyebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Kekanak-kanakan. Kenapa ? Anak-anak selalu tidak pernah mahu disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik itu yang salah", atau sebagainya.Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.
2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahawa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda memberitahu tidak pernah, bererti anda bohong."Ah, orang itu boleh, orang itu kaya, orang itu dapat naik pangkat dan sebagainya, Lihat saya ini apa ?, wah saya tidak dapat jadi seperti dia. Dia punya ijazah, saya hanya diploma. Dia ada banyak waktu, saya sibuk, sudah pasti tidak boleh". Penyakit ini seperti kanser, bertambah besar, besar di dalam mental diri sehingga boleh mencapai "improper guilty feeling". Penyakit ini perlahan-lahan boleh membunuh kita. Merasa "inferior", kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan kejayaan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga kejayaan orang lain dianggap Wajar kerana mereka mempunyai sesuatu kelebihan yang kita tidak punya.
3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara bertulis. Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", bagi mengisi waktu saja, hasilnya cuma biasa-biasa saja.
4. MEMPUNYAI "GOAL", TAPI SALAH MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ibarat seorang yang mahu kaya,lalu dia pergi merompak bank yang akhirnya di tangkap polis dan di penjarakan.
5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Kejayaan tidak pernah dicapai dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kejayaan yang sebenarnya, "real success", kerana tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, kejayaan yang di capai tidak sempurna.
6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Kapal terbang untuk membolehkannya take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk membuat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Jikalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, manakan dapat untuk pesawat tersebut membuat take-off.
7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia mahunya yang besar-besar, yang hebar, tetapi ha-hal kecil tidak dilalukannya. Dia lupa bahawa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Mahu saja yang hebat. Mengabaikan hal kecil saja tidak boleh, apatah lagi mengabaikan orang kecil.
8. TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percubaan 3 bulan. Bukan membuat kesalahan menjadikan seorang itu gagal tetapi berhenti pada tempat yang salah, jika kita membuat kesalahan, kita boleh memperbaikinya tetapi jika kita berhenti di tempat yang salah kita akan menyesal.
9. BAYANG-BAYANG MASA LALU
Kita selalu dipenuhi oleh memori kan? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, tidak berani untuk mencuba lagi. Ini berkaitan dengan penyakit nombor 3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahawa hidup itu maju terus. "Waktu" itu terus berjalankan? Semuanya berjalan, hidup kita pun terus berjalan juga. berlari saja ke depan, kalaupun harus jatuh, pastikan jatuh ke depan. Orang yang berjaya, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kejayaan.
10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KEJAYAAN
Biasa disebut "Pseudo Success Syndrome". Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berjaya dengan kejayaan kecil, terus berhenti, tidak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan kejayaan kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling merbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling merbahaya, kerana orang lupa dan mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, kerana kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, jangan jadi sombong, terus takabur.
Silakan direnungkan mengenai benar atau tidaknya, semua terpulang pada pendapat masing2."
Posted by fuadhashim at 12:15 PM 0 comments



